Surabaya (JAWARANUSANTARANEWS.COM) -Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan keberhasilan pertumbuhan ekonomi Jawa Timur yang melampaui nasional dan mempertahankan posisi sebagai produsen padi terbesar merupakan hasil kolaborasi seluruh pemangku kepentingan secara berkelanjutan.
"Alhamdulillah capaian ini menjadi bukti konsistensi Pemprov Jawa Timur dalam menjaga akselerasi aktivitas ekonomi masyarakat, memperkuat daya beli, serta mendorong produktivitas sektor-sektor strategis,” ujar Khofifah saat mendampingi Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka membuka Perkemahan Akhir Tahun Ajaran Cinta Alam Indonesia (Permata CAI) Ke-47 Tahun 2026 di Bumi Perkemahan Kosambiwojo, Dusun Kombo Desa Sambirejo Kecamatan Wonosalam Kabupaten Jombang, Senin.
Khofifah mengatakan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Jawa Timur pada Triwulan I 2026 menunjukkan peningkatan positif di tengah tantangan global.
Pertumbuhan ekonomi Jawa Timur tercatat sebesar 5,96 persen secara tahunan (year on year/yoy), melampaui pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,61 persen.
Menurut dia, struktur utama ekonomi Jawa Timur ditopang sektor industri pengolahan sebesar 31,45 persen, perdagangan 18,77 persen dan pertanian 10,51 persen.
Selain itu, Jawa Timur menjadi kontributor terbesar kedua terhadap perekonomian nasional sebesar 14,40 persen serta penyumbang terbesar kedua terhadap perekonomian Pulau Jawa sebesar 25,16 persen setelah Daerah Khusus Jakarta (DKJ).
Khofifah menjelaskan pertumbuhan tertinggi pada Triwulan I 2026 terjadi pada sektor jasa lainnya yang tumbuh 13,44 persen, didorong meningkatnya aktivitas rekreasi dan pariwisata sepanjang Januari hingga Maret 2026.
Di sektor pangan, Khofifah menyebut Jawa Timur kembali menjadi produsen padi dan beras terbesar nasional sepanjang 2025 berkat sinergi berbagai pihak, mulai petani, gabungan kelompok tani (Gapoktan), kepala daerah, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), hingga dukungan Kementerian Pertanian Republik Indonesia.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis pada 2 Februari 2026, produksi padi Jawa Timur tahun 2025 mencapai 12,55 juta ton Gabah Kering Panen (GKP) atau setara 10.438.361 ton Gabah Kering Giling (GKG), dengan produksi beras sebesar 6.027.320 ton
"Ini buah dari kerja keras dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, terutama para petani yang menjadi tulang punggung produksi pangan," katanya.
Keberhasilan tersebut, lanjut Khofifah, didukung berbagai program strategis, antara lain mekanisasi pertanian, penyediaan bibit unggul, serta pengelolaan irigasi melalui pompanisasi dan renovasi saluran air.
Pada kesempatan itu, Khofifah juga mengapresiasi Dewan Pimpinan Wilayah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPW LDII) Jawa Timur yang secara konsisten menyelenggarakan Permata CAI hingga memasuki tahun ke-47.
"Tema Permata CAI tahun ini, Merawat Alam, Menjaga Kehidupan, sangat relevan dengan tantangan bangsa saat ini. Merawat alam berarti menjaga ketersediaan air, memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kesehatan masyarakat, serta menjamin keberlanjutan pembangunan," ujarnya.

Komentar
Posting Komentar